Program Magister S2 Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Paramadina


Status Akreditasi BAN PT: Akreditasi A

Program Magister (S2) Ilmu Hubungan Internasional (Diplomasi dan Kebijakan Internasional) adalah rumah bagi siapapun yang terlibat dalam berbagai aktivitas global, baik itu aktifitas bisnis maupun diplomasi. Program ini bertujuan untuk untuk mendukung inovasi dalam visi dan strategi diplomasi yang melibatkan berbagai negara, sektor dan kepentingan.

Perkuliahan dirancang untuk mendorong mahasiswa mempelajari kasus dan mengidentifikasi peluang inovasi dalam hal negosisasi, resolusi konflik dan pembuat kebijakan. Diskusi isu-isu kontemporer merupakan bagian penting dari materi perkuliahan. Program ini bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI, lembaga-lembaga internasional, dunia bisnis dan kedutaan besar untuk memperkaya sumber pembelajaran bagi para mahasiswa.

I. TUJUAN
  1. Menjadi prodi terkemuka dan pusat rujukan studi diplomasi dan hubungan internasional.
  2. Menyelenggarakan pendidikan yang berkontribusi bagi tersedianya lulusan program magister yang memiliki kecerdasan, keterpercayaan, dan keterampilan di bidang diplomasi dan hubungan internasional;
  3. Mengembangkan studi dan penelitian dalam bidang diplomasi dan hubungan internasional;
  4. Mengembangkan jejaring dan kerjasama yang kuat antara PMH dengan pemangku kepentingan dalam bidang diplomasi dan hubungan internasional;
  5. Mewujudkan kontribusi PMH dalam perbaikan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
II. SYARAT CALON MAHASISWA
Syarat Calon Mahasiswa: Lulusan S1/D4 semua bidang studi

III. PILIHAN WAKTU KULIAH

Waktu kuliah bisa dipilih:

  • KULIAH MALAM: Senin – Jum’at, Jam 18.30-21.00 WIB dan E-learning
  • KULIAH SABTU: Sabtu, Jam 07.00 – 18.00 WIB dan E-learning

Masing-masing diiringi dengan istirahat untuk sholat, makan, melepas kejenuhan

ELearning adalah proses belajar mengajar melalui Multi Acces Learning (MAL) dimana Bahan Ajar, Diskusi, Tugas dan Quiz diakses di internet 24 jam sehari, ditambah kuliah tatap muka 8 kali dan ujian 2 kali di kelas dalam satu semester.

IV. KONSENTRASI
Program Magister Ilmu Hubungan Internasiona ini membuka Konsentrasi, yaitu:
a. Diplomasi dan Kebijakan Internasional

V. KURIKULUM DAN METODE
Metode Perkuliahan dalam program studi ini adalah sebagai berikut :

  1. Pendekatan berorientasi kebijakan dengan penekanan pada aspek politik ekonomi. program ini memosisikan diri untuk menjadi pusat studi politik ekonomi di Asia, khususnya Indonesia. Mengingat negara-negara Asia termasuk kaya akan sumberdaya alam dan dalam beberapa dekade ini merupakan target utama penanaman modal asing, sehingga pusat studi ini akan mempunyai peran strategis.
  2. Materi perkuliahan merespon kebutuhan praktis dan diplomat. Materi-materi tersebut di update secara reguler oleh para pakar di bidangnya (termasuk para diplomat senior, praktisi dan pengusaha), untuk merespon isu-isu terkini dan untuk mengantisipasi perkembangan dimasa mendatang. Para praktisi dijadwalkan untuk berbagi pengalaman guna membantu para mahasiswa memahami aspek praktis dari teori yang telah di pelajari.
  3. Metode belajar aktif didisain untuk mengoptimalkan diskusi dan merangsang inovasi para mahasiswa. Dengan jumlah mahasiswa maksimum 20 per kelas, strategi ini akan berjalan dengan efektif
  4. Pengembangan network, untuk memfasilitasi pengembangan network bagi para mahasiswa melalui berbagai program mentorship/magang dengan para diplomat state maupun non-state dari berbagai bidang.
  5. Dukungan bagi pengajar dan mahasiswa untuk berkolaborasi dalam pengembangan keilmuan dan profesi.

VI. PENDAFTARAN DAN BIAYA STUDI

Untuk Informasi Biaya Studi KLIK DISINI dan Informasi Pendaftaran KLIK DISINI

VII. STAF PENGAJAR
  • Anies Baswedan, Ph.D: Doctor of Political Science from Northern Illinois University, USA
  • Ahmad Qisai, Ph.D: Specialist in Islam & the political economy of South Asia, Doctor of Political Science from Aligarh Muslim University, India
  • Atnike Nova Sigiro, Msc.: Specialist in human rights in politics and economy, graduate from London School of Economics and Political Science in UK and University of Indonesia.
  • Bahtiar Effendy, Prof. Dr.: Professor of Political Science from Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Doctor of Political Science from the Ohio State University, USA
  • Bima Arya Sugiarto, Ph.D: Doctor of Political Science from Australian National University, Australia
  • Dewi Fortuna Anwar, Prof.Dr.: Associate Director for Research at The Habibie Center, Professor at LIPI (Indonesian Institute of Science), Doctor of Political Science from Monash University, Australia
  • Dinna Wisnu, Ph.D: Co-founder and Director of PGSD, expert in social policy, political-economy of development and policy design, also writer, researcher & consultant, Doctor of Political Science from the Ohio State University, USA
  • Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Prof.Dr.: Indonesia's former Minister of Economy, Professor of Economic from University of Indonesia
  • Faisal Basri, MA: Senior economist, graduate from Vanderbilt University, USA
  • Fitrian Ardiansyah, MEMD: Environmental economist, recipient of PhD fellowship from Australian National University, former Director of World Wildlife Fund and one of Indonesia's representative on International climate change forum
  • Ganewati Wuryandari, Dr.: Senior researcher at LIPI (Indonesia's Institute of Science), expert on border issues, Doctor of  Asian Studies from The University of Western Australia
  • Kurtubi, Dr.: Expert on energy security, co-founder of Center for Petroleum and Energy Economics Studies, Doctor of Energy Economics from Colorado School of Mines (CSM), USA
  • Kusnanto Anggoro, Ph.D: Senior scholar for defense and security issues, Doctor of Political Science from Glasgow University, UK
  • Lutfi Assyaukanie, Ph.D: Expert on Islam and Philosophy, graduate from University of Jordan, International Islamic University in Malaysia, and Doctor of Islamic Studies from the University of Melbourne, Australia.
  • Makarim Wibisono, Ph.D: Executive Director of ASEAN Foundation, Former Indonesia's Ambassador to the United Nations, Geneva, Guatemala, Bahama, Jamaica and Nicaragua: Doctor of Political Science from the Ohio State University, USA
  • Nico Harjanto, Ph.D: Doctor of Political Science from Northern Illinois University, USA, expert on democracy & governance, special staff to Minister of State Secretary.
  • Rizal Sukma, Ph.D: Executive Director of CSIS, Doctor of Political Science from London School of Economics and Political Science, UK. Senior researcher at CSIS
  • Taufik Muhammad, MPA: Specialist on labor issues and advocacy, graduate from National University of Singapore
Experts from Indonesia's Ministry of Foreign Affairs e.g.:
  • Dr. SiswoPramono, LLM (expert in geopolitics strategy and Asia Pacific),
  • Dr. Ben Perkasa Dradjat (expert in ASEAN, China),
  • Dr. Aria Wibisono (expert in strategic politics),
  • Freddy Panggabean MA (expert in policy development),
  • Caka Alverdi Awal MA (specialist in human rights), etc.

 

PERMINTAAN BROSUR

HUBUNGI KAMI DI WA